Korea Utara Gelar Pemilu Parlemen Pertama sejak 2019

TOKYO. DMKtv,- Korea Utara kembali menggelar pemilihan umum nasional untuk memilih anggota parlemen mereka, yang dikenal sebagai Majelis Rakyat Tertinggi. Pemilu ini menjadi yang pertama sejak Maret 2019.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) pada Senin, pemungutan suara berlangsung pada Minggu (15/3) dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 99,99 persen. Proses pemilihan tersebut dilaporkan berlangsung hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Dalam pemilu tersebut, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un turut memberikan suaranya di lokasi yang cukup unik, yakni di tambang batu bara Chonsong Youth Coal yang berada di Kota Sunchon, Provinsi Pyongan Selatan.

Pemilihan lokasi tambang batu bara ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut disebut sebagai simbol untuk menegaskan pentingnya sektor pertambangan batu bara bagi perekonomian Korea Utara.

Sebelumnya, masa jabatan anggota Majelis Rakyat Tertinggi sebenarnya dijadwalkan berakhir pada 2024. Namun sejumlah pengamat menilai masa jabatan itu kemungkinan diperpanjang karena adanya kongres partai penguasa yang digelar bulan lalu.

Kongres partai yang biasanya berlangsung setiap lima tahun sekali itu juga membawa sejumlah perubahan penting dalam struktur kepemimpinan. Beberapa pejabat senior dilaporkan diganti dengan tokoh-tokoh yang lebih muda.

Karena adanya perombakan di tubuh partai tersebut, pemilu parlemen ke-15 kali ini juga diperkirakan akan menghadirkan lebih banyak anggota muda yang mendapat kursi di parlemen Korea Utara.

Dalam laporan media pemerintah, Kim Jong Un juga menyampaikan pidato kepada para pekerja tambang saat memberikan suaranya.

“Batu bara, seperti sebelumnya, adalah makanan bagi industri kita dan menjadi kekuatan pendorong bagi pembangunan ekonomi mandiri,” kata Kim dalam pidatonya kepada para pekerja, seperti dikutip KCNA.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan bahwa industri batu bara masih dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam strategi ekonomi Korea Utara, terutama dalam upaya mempertahankan kemandirian ekonomi negara itu di tengah berbagai tekanan internasional.

*(KYO/KABARIN.COM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini