TOKYO. DMKtv, — Setelah kemitraan selama 26 tahun berakhir, Liberal Democratic Party (LDP) merangkul Japan Innovation Party (JIP, Ishin) dalam koalisi baru. Koalisi baru menegaskan posisi Takaichi sebagai calon kuat perdana menteri perempuan pertama Jepang.
Dalam koalisi, Ishin menyatakan dukungannya kepada Takaichi dan LDP. Ishin mengajukan sejumlah agenda reformasi. Ishin menginginkan pengurangan jumlah anggota parlemen sebesar 10 %. JIP berencana menangguhkan pajak konsumsi pada makanan selama dua tahun serta reformasi sosial.
Takaichi sendiri di depan media menegaskan: “Saya sangat menantikan kerja sama … dalam upaya memperkuat ekonomi Jepang dan mengubah negara ini.”
Langkah ini langsung mendapat respons pasar: indeks saham Nikkei naik hingga 3,4 %. Namun, nilai yen melemah akibat ekspektasi stimulus fiskal serta pelonggaran moneter oleh pemerintahan baru nanti.
Meski LDP sekaligus Ishin belum mengantongi mayoritas mutlak, koalisi mereka dengan total 231 kursi di Majelis Rendah “hampir cukup” untuk memenangkan pemungutan suara perdana menteri pada Selasa (21/10).
Di luar dukungan fiskal dan ekonomi, kedua partai juga sepakat memperkuat kebijakan keamanan nasional: Ishin dan Takaichi sama‑sama mendukung revisi konstitusi pascaperang dan peningkatan anggaran pertahanan dalam rangka menghadapi tekanan dari China.
Dengan demikian, koalisi ini menandai titik balik bagi Ishin — yang dibentuk pada 2010 sebagai kekuatan oposisi yang menentang status quo yang kini menjadi mitra pemerintahan bersama LDP.
Jika pemungutan suara berjalan sesuai prediksi, Takaichi akan memecah tradisi dominasi gender di Jepang. Takaichi akan memimpin pemerintahan baru dalam kondisi ekonomi yang belum stabil, namun dengan peluang materil.
*(Reuters/DMKtv)



![2QKGD4ZMYJKM7FKBH4IP5NWYFM[1]](https://dmkcomm.com/wp-content/uploads/2025/10/2QKGD4ZMYJKM7FKBH4IP5NWYFM1.jpg)







