ISRAEL. DMKtv, – Puluhan granat asap dan petasan meledak menjelang laga derby antara Hapoel dan Maccabi Tel Aviv. Polisi Israel menyebut insiden itu sebagai “kekacauan serius, bukan pertandingan sepak bola”. Kerusuhan itu menyebabkan 15 orang terluka dan memicu pembatalan pertandingan.
Hapoel Tel Aviv mengkritik keras pembatalan laga, menuduh polisi memperlakukan pertandingan seolah menghadapi perang, bukan ajang olahraga. Maccabi Tel Aviv hanya mengonfirmasi pembatalan tanpa memberikan pernyataan lebih lanjut.
Insiden ini memperkuat keputusan otoritas Inggris yang sebelumnya melarang kehadiran suporter Maccabi Tel Aviv dalam laga Liga Eropa melawan Aston Villa pada 6 November mendatang. Keputusan tersebut memicu kritik luas, termasuk dari pemerintah Inggris yang kini berupaya membatalkan larangan dan mengevaluasi langkah pengamanan tambahan.
Kepolisian West Midlands mendukung larangan itu dengan menyebut laga berisiko tinggi, merujuk pada insiden kekerasan antara suporter Maccabi dan Ajax tahun lalu di Amsterdam, yang berujung pada lebih dari 60 penangkapan.
Situasi ini memperlihatkan meningkatnya sensitivitas terhadap pertandingan sepak bola yang melibatkan tim Israel, di tengah meningkatnya ketegangan global terkait perang di Gaza, yang juga memicu berbagai protes dalam ajang olahraga internasional.
*(BBC/DMKtv)



![1fc1c8a0-ad39-11f0-b674-6dbddbb3318c.jpg[1]](https://dmkcomm.com/wp-content/uploads/2025/10/1fc1c8a0-ad39-11f0-b674-6dbddbb3318c.jpg1_.webp)






