AKARTA, DISWAY.ID – Pelatih asal Inggris, John Herdman, dikabarkan tinggal selangkah lagi diresmikan sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia.
Seiring penunjukan tersebut, muncul spekulasi besar, akankah Herdman mendorong penambahan 12 pemain naturalisasi demi memenuhi target ambisius PSSI di Piala Asia 2027?
Media Kanada Walking The Red melaporkan bahwa Herdman disebut menerima bayaran sekitar USD40.000 per bulan atau setara Rp671 juta, dengan target utama membawa skuad Garuda menembus perempatfinal Piala Asia 2027.
“John Herdman dijadwalkan segera memulai persiapan menuju Piala Asia 2027, dengan target jelas dari PSSI untuk lolos ke babak delapan besar,” tulis Walking The Red.
Target tersebut memunculkan pertanyaan besar, apakah komposisi pemain Timnas Indonesia saat ini sudah cukup? Atau Herdman membutuhkan tambahan kekuatan baru, khususnya dari pemain keturunan yang berkarier di luar negeri?
Isu 12 Pemain Keturunan Menguat
Sejumlah sumber menyebutkan ada 12 pemain keturunan yang berpotensi didekati PSSI untuk proses naturalisasi.
Jika skenario ini terealisasi, Timnas Indonesia bukan hanya diyakini mampu bersaing di Piala Asia 2027, tetapi juga berpeluang membuka jalan menuju Piala Dunia 2030.
Nama-nama yang mencuat diantaranya, Dani van den Heuvel (kiper – Club Brugge), Kayne van Oevelen (kiper – FC Volendam), Daniel Klein (kiper – FC Augsburg), Jenson Seelt (bek tengah – VfL Wolfsburg), Pascal Struijk (bek tengah – Leeds United).
Selain itu ada Daijiro Chirino (bek tengah – Almeria), Tristan Gooijer (bek kanan – PEC Zwolle), Jayden Oosterwolde (bek kiri – Fenerbahce), Kaya Symons (bek kiri – De Graafschap), Laurin Ulrich (gelandang – FC Magdeburg), Julian Oerip (gelandang – AZ Alkmaar) dan Luke Vickery (winger – Macarthur FC).
Dari daftar tersebut, beberapa nama dinilai berpotensi langsung menjadi tulang punggung tim.
Pascal Struijk, Jenson Seelt, dan Jayden Oosterwolde disebut-sebut sebagai opsi ideal untuk memperkokoh lini belakang.
Jika Herdman menerapkan skema 3-4-3, Struijk dan Seelt bisa membentuk trio solid bersama Jay Idzes di jantung pertahanan.
Sementara Oosterwolde berpeluang diplot sebagai wing-back kiri yang agresif.
Di sektor ofensif, kehadiran Laurin Ulrich, Julian Oerip, dan Luke Vickery dinilai dapat menambah variasi serangan Timnas Indonesia.
Vickery sendiri tampil cukup impresif musim ini bersama Macarthur FC dengan torehan dua gol dan dua assist dari 12 laga di Liga Australia.
Gaji Lebih Hemat, Target Lebih Tinggi: Tantangan Besar John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Dari sisi kontrak, kesepakatan antara PSSI dan John Herdman disebut telah mencapai titik final.
Berdasarkan sejumlah laporan media, termasuk dari Kanada, pelatih asal Inggris tersebut akan menerima gaji sekitar 40 ribu dolar AS per bulan, atau setara Rp650–700 juta.
Nilai tersebut tergolong lebih rendah dibandingkan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, seperti Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert, yang kabarnya menerima bayaran di atas Rp1 miliar per bulan.
Faktor efisiensi anggaran ini disebut menjadi salah satu pertimbangan utama PSSI dalam menjalin kerja sama dengan Herdman, karena dinilai sejalan dengan kondisi keuangan federasi saat ini.
Meski demikian, gaji yang lebih rendah tidak membuat reputasi Herdman surut.
Ia bahkan dikabarkan menolak sejumlah tawaran dari negara lain, termasuk Honduras dan Jamaika, dua tim nasional yang memiliki pengalaman tampil di Piala Dunia.
Pilihan Herdman jatuh kepada Indonesia karena ketertarikan pada tantangan membangun fondasi sepak bola nasional dan mengangkat performa Timnas ke level yang lebih kompetitif.
Kontrak hingga 2027, Mimpi Piala Dunia 2030
John Herdman disebut akan menandatangani kontrak hingga 2027, dengan opsi perpanjangan dua tahun sampai 2030.











