Iran Buktikan Kebohongan Amerika dengan Tembak Pesawat Jet F-18 Hornet, Jatuh di Samudera Pasifik

JAKARTA. DMKtv,– Iran buktikan kebohongan Amerika dengan tembak jet F-18 Hornet di wilayah Chabahar di Iran selatan pada Rabu 25 Maret siang.

Akibat serangan Garda Revolusi Iran atau IRGC ini, dikabarkan bahwa jet F-18 Amerika tersebut jatuh di perairan Samudera Pasifik.

Dalam peristiwa itu, IRGC menyampaika bahwa mereka berhasil mencegat 4 pesawat tempur Amerika yang tengah terbang di wilayah Chabahar dan satu terkena tembakan.

Keberhasilan ini disampaikan oleh IRGC, jika mereka mencegat 4 peswat tempur Amerika dengan menggunakan perangkat yang sama saat menembak F-35A yaitu sistem pertahanan Majid AD-08.

Majid AD-08 adalah sistem pertahanan udara buatan Iran yang dilengkapi dengn sistem pencari inframerah yang memancarkan sinyal radar.

Ketangguhan Majid AD-08 ini juga telah terbukti dengan keberhasilannya menembak F-35A Stealth yang merupakan pesawat siluman dan andalan Amerika pada Kamis 19 Maret lalu.

Islamic Republic of Iran Broadcasting atau IRIB menyampaikan jika F-18 Amerika berhasil dilumpuhkan berkat sistem pertahanan udara canggih yang dioperasikan oleh Angkatan Laut IRGC di bawah komando Basij

Sedangkan Basij adalah pasukan sukarelawan paramiliter yang beroperasi sebagai cabang dari Garda Revolusi.

Penggunaan aset pertahanan udara angkatan laut dalam serangan tersebut menunjukkan bahwa pertempuran mungkin terjadi di dekat garis pantai tenggara Iran, tempat Chabahar berada di sepanjang Teluk Oman, dekat perbatasan negara itu dengan Pakistan.

F-18 yang bisa disebut F/A-18 Hornet atau Super Hornet, adalah jet tempur yang memiliki peran ganda dan mampu beroperasi dari kapal induk sehingga banyak digunakan oleh Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika.

Jet tempur ini sering beroperasi dari kelompok serang kapal induk di Laut Arab dan wilayah Samudra Hindia.

CENTCOM yang merupakan Komando Pusat Amerika secara langsung membantah klaim Iran dan menyebutnya laporan palsu melalui unggahan di platform media sosial X.

“Tidak ada pesawat tempur AS yang ditembak jatuh oleh Iran,” kata CENTCOM tulisnya membantah kabar dari IRGC yang beredar secara online melalui Press TV dan media Iran lainnya.

Video tertembakanya F-18 ini juga beredar di media sosial yang memperlihatkan sebuah rudal Iran menghantam bagian belakan F-18 tersebut.

Keberhasillan Iran menembak F-18 ini membongkar kebohongan Amerika yang mengakui jika pihaknya telah menguasai kawasan udara Iran.

Pete Hegseth selaku Menteri Pertahanan Amerika pada Rabu 25 Maret di Gedung Putih dan di damping oleh Donald Trump menyampaikan jika Amerika telah mencapai kemenangannya atas Iran.

Tak tanggung-tanggung, Pete dengan sesumbar menyampaikan jika pihaknya telah berhasil mencapai kemenangan tercepat dalam sejarah penyerangan Amerika.

“Hanya dalam beberapa jam kita telah berhasil mencapai kemenangan di Iran, dan saat ini lalu lintas udara Iran juga telah kita kuasai,” terangnya.

Tidak hanya itu, Pete juga mengakui jika piha Iran telah mengajukan proposal perdamaian, namun pihak Amerika telah mengajuan syarat perdamaian yang harus dipenuhi oleh Iran.

*(Reza Permana/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini