Iran Bantah Serang Kilang Saudi Aramco: Itu Drone Israel!

JAKARTA. DMKtv,– Tidak hanya menargetkan situs militer, namun serangan rudal juga menyasar fasilitas publik dan swasta, termasuk Kilang Ras Tanura yang merupakan salah satu kilang terbesar milik Saudi Aramco.

Pada awalnya dikabarkan jika drone tersebut milik Iran, namun belakangan Iran bantah serang kilang Saudi Aramco yang menyebabkan kebakaran di beberapa lokasi.

Majid Takht-Ravanchi yang merupakan Mantan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menargetkan kilang Ras Tanura Arab Saudi.

“Kami telah mendengar kabar bahwa kilang Saudi Aramco terbakar akibat serangan drone, dan saya tegaskan jika Iran tidak pernah menargetkan kilang tersebut,” tegasnya.

Majid juga menyampaikan bahwa serangan yang dilakukan merupakan perbuatan Israel yang selalu mencari kesempatan untuk menyalahkan Iran terhadap berbagai serangan yang terjadi di wilayah Arab Saudi dan sekitarnya.

Kilang terbesar yang memproduksi minyak serta gas tersebut mengalami kerusakan dan terpaksa di tutup akibat serangan drone pada Senin 2 Februari lalu.

Pihak Arab Saudi menyampaikan sebenarnya 2 drone yang menyerang Saudi Aramco berhasil di cegat, namun puing drone tersebut menyebabkan kebakaran.

Dari laporan yang dikeluarkan oleh pihak kilang, tidak ada korban akibat serangan drone, namun kilang harus ditutup untuk mengantisipasi keamanan.

Kilang Ras Tanura memproduksi lebih dari setengah juta barel per hari, selain itu juga berfungsi sebagai terminal ekspor penting untuk minyak mentah Saudi karena lokasinya di Teluk Persia.

Akibat serangan ini menimbulkan spekulasi jika harga minyak dapat meroket jika perang berlanjut.

Iran Tutup Selat Hormuz

Dikatahui jika kawasan ini, termasuk Arab Saudi, Irak, Iran, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman, menghasilkan 27 persen minyak mentah dunia.

Sekitar 20 persen pasokan global harus melalui jalur pelayaran penting selat Hormuz.

“Jika selat tersebut diblokir, kita bisa melihat harga minyak mencapai 90 dolar AS, jadi mungkin bijaksana untuk mengisi bensin murah di beberapa hari ke depan,” kata Henry Jennings yang merupakan analis pasar senior di Marcus Today.

Fasilitas nuklir Iran terkena serangan

Dari serangan Amerika dan Israel, terlihat kerusakan baru di fasilitas nuklir Natanz Iran, yang merupakan bagian penting dari program pengayaan uranium negara tersebut.

Analisis citra oleh Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS) menunjukkan dua pintu masuk personel dan satu jalur akses kendaraan ke lokasi bawah tanah tersebut.

Citra satelit sebelum dan sesudah menunjukkan kerusakan yang luas di Teheran.

Disebutkan bahwa fasilitas tersebut tidak beroperasi sejak dibom oleh AS pada Juni 2025, tetapi mungkin masih berisi silinder uranium yang diperkaya dan peralatan terkait, atau bahkan sentrifugal yang dapat dipulihkan.

*(Reza Permana/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini