TEHERAN. DMKtv,- Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran menegaskan akan menghentikan armada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya jika melintasi Selat Hormuz, termasuk untuk pengawalan, dengan rudal dan kapal selam.
Hal tersebut disampaikan Komandan AL IRGC Alireza Tangsiri dalam sebuah unggahan di media sosial X, Selasa (10/3).
Dalam pernyataannya, dia juga membantah klaim dari AS bahwa AL mereka mengawal kapal tanker minyak yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Sementara itu, juga via X, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyebut bahwa Selat Hormuz “akan menjadi selat perdamaian dan kemakmuran bagi semua pihak, atau menjadi selat kekalahan dan penderitaan bagi para penghasut perang”.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah
Dampak regional yang lebih luas dari konflik ini menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan terhadap ekspor minyak dan pasar energi global, terutama karena risiko bagi pelayaran yang melintasi Selat Hormuz.
*(Xinhua/ANTARA)











