JAKARTA. DMKtv,- Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Achmad Baidowi mendorong Indonesia memaksimalkan peran dalam Board of Peace (BoP) untuk meredam konflik di Timur Tengah yang melibatkan koalisi Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Menurut Baidowi, konflik tersebut berpotensi berlangsung lama dan penuh ketidakpastian sehingga membutuhkan upaya diplomasi internasional yang kuat, termasuk dari negara-negara yang memiliki posisi netral seperti Indonesia.
“Indonesia yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) harus mampu memanfaatkannya untuk bisa meredam ketegangan di kawasan Teluk tersebut,” kata Baidowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan krisis di Timur Tengah diperkirakan berdampak luas terhadap stabilitas global, khususnya pada sektor energi, menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Menurut dia, eskalasi konflik tersebut dapat mengganggu distribusi energi global apabila jalur pelayaran utama terganggu, terutama jika ketegangan memicu gangguan pada Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia.
Baidowi menilai kondisi tersebut perlu direspons melalui diplomasi aktif untuk mencegah konflik semakin meluas dan memicu ketidakstabilan ekonomi global.
“Peran Indonesia bisa menjadi mediator konflik agar kedua pihak mau duduk untuk berunding, setidaknya menghentikan perang,” ujarnya.
Ia menambahkan peran tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang selama ini menganut politik bebas aktif dalam upaya menjaga perdamaian dunia.
Oleh karena itu, Baidowi berharap Indonesia tidak hanya menjadi bagian formal dalam forum internasional seperti Board of Peace, tetapi juga aktif mendorong dialog dan diplomasi damai di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Indonesia ketika berada dalam BoP harus turut aktif menciptakan perdamaian dunia dengan diplomasi,” katanya.
*(Devi Nindy Sari Ramadhan/ANTARA)











