Jakarta. DMKtv, – Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu menekankan pentingnya generasi muda Indonesia yang kompetitif di era global. Hal ini bertujuan mencapai kemakmuran menyambut Indonesia Emas 2045. Potensi besar yang dimiliki Indonesia tercermin dari wilayah yang luas dan sumber daya alam yang berlimpah dan beragam. Oleh karena itu, generasi muda Indonesia perlu dipersiapkan untuk bersaing di era global dan memanfaatkan potensi tersebut untuk mencapai tujuan bangsa.
Generasi muda yang ada saat ini akan menjadi ujung tombak bangsa di tahun 2045. Penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan, ungkap Todotua dalam paparan kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru Universitas Trisakti.
Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 8% hingga 2029 mendatang. Capaian target pertumbuhan ekonomi itu penting untuk keluar dari middle income trap. Tiga penggerak pertumbuhan ekonomi 8% Indonesia adalah konsumsi, investasi dan ekspor.
Tahun 2045 akan menjadi momen penting dalam perjalanan bangsa, yakni 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat bertransformasi dari negara berkembang menjadi negara maju yang inklusif dan berkelanjutan.
Todotua yang juga Alumni Trisakti, menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi kunci dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Melalui hilirisasi, seluruh proses pengolahan harus dilakukan di dalam negeri agar memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi cadangan sumber daya alam, Indonesia memiliki potensi besar di berbagai komoditas strategis, mulai dari nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik, ikan tuna sebagai komoditas unggulan perikanan, hingga kelapa yang menyumbang 20–30% kebutuhan dunia.
Berdasarkan data realisasi investasi bidang hilirisasi semester I 2025, total nilai realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp280,8 triliun. Nilai tersebut menyumbang sebesar 29,8% dari total realisasi investasi semester I 2025. Mineral menjadi sektor dengan nilai terbesar dalam realisasi investasi bidang hilirisasi yaitu sebesar Rp193,8 triliun, disusul oleh sektor perkebunan dan kehutanan dengan nilai total Rp67,4 triliun.
Selanjutnya, sektor minyak dan gas bumi sebesar Rp17,3 triliun, serta sektor perikanan dan kelautan dengan total Rp2,3 triliun. Capaian realisasi investasi hilirisasi tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi bukan lagi hanya strategi, melainkan telah menjadi penggerak penting perekonomian Indonesia.
*(Anas Mudhakir/DMKtv)










