Hegseth Hadapi China, Rangkul India di Tengah Ketegangan Laut Cina Selatan

KUALA LUMPUR. DMKtv, — Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memulai serangkaian pertemuan penting dengan para pejabat pertahanan dari China dan India di sela-sela KTT Pertahanan ASEAN di Malaysia. Langkah ini menandai upaya terbaru Washington memperkuat jaring keamanan di Indo-Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing.

Menegaskan Garis Merah ke Tiongkok

Hegseth sebelumnya melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan China Dong Jun. Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat akan “dengan gigih membela kepentingannya” serta menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran serius terhadap aktivitas maritim China di Laut Cina Selatan dan di sekitar Taiwan.

“Kami tidak akan tinggal diam ketika stabilitas kawasan terancam,” tulis Hegseth di platform X.

Kerja Sama 10 Tahun dengan India

Sebelumnya, Hegseth telah menandatangani kerangka kerja sama pertahanan baru berdurasi 10 tahun dengan Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh.

Kerja sama ini menjadi “peta jalan menuju kolaborasi militer yang lebih mendalam dan bermakna.”

Penandatanganan itu menjadi momen penting setelah hubungan Washington–New Delhi. Sebelumnya, hubungan India-AS sempat tegang akibat tarif 50% AS terhadap barang-barang India, sebagai sanksi atas pembelian minyak Rusia oleh New Delhi.

Kedua pihak kini berupaya meninjau kembali rencana pembelian perangkat keras militer yang sempat tertunda.

Menghadapi Ketegasan Beijing di Kawasan

Selama pertemuan ASEAN, Hegseth akan bertemu dengan menteri pertahanan dari Indonesia, Filipina, dan Thailand. Tiga negara kunci dalam strategi keamanan maritim AS di Asia Tenggara. Delegasi dari Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Rusia juga hadir sebagai pengamat.

Hegseth dan Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin menegaskan kembali komitmen terhadap keamanan maritim, terutama di Laut Cina Selatan.

“Taktik zona abu-abu, seperti penelitian hidrografi di bawah perlindungan kapal penjaga pantai asing, mengancam kedaulatan kami dan merupakan provokasi jelas,” ujar Khaled Nordin dalam pernyataan bersama.

Washington Kembali Uji Coba Nuklir

Ketegangan geopolitik kian meningkat setelah Presiden Donald Trump memerintahkan militer AS untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir. Langkah yang menuai keprihatinan dari negara-negara ASEAN.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menegaskan bahwa blok Asia Tenggara tetap berkomitmen terhadap zona bebas nuklir, dan mendesak lima negara pemilik senjata nuklir untuk menahan diri.

Jepang Didorong Naikkan Anggaran Militer

Dalam perkembangan terpisah, Trump dan Hegseth juga menekan Jepang untuk mempercepat peningkatan anggaran pertahanannya hingga 2% dari PDB.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemampuan pertahanan negaranya.

“Aliansi Washington–Tokyo adalah kunci untuk mencegah agresi militer China,” tegas Hegseth.

Pertemuan beruntun ini memperlihatkan strategi baru Amerika Serikat dalam menyeimbangkan kekuatan di Indo-Pasifik: menekan China, merangkul India, dan mempererat ikatan dengan sekutu ASEAN.

Namun di tengah diplomasi yang intens, bayangan kompetisi strategis antara dua kekuatan besar dunia antar AS dan China masih membayangi perairan yang paling bergolak di planet ini.

*(Reuters/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini