HOUSTON. DMKtv, – Harapan besar pasar dunia atas pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. The Fed optimis bisa menghidupkan kembali geliat pasar energi global, namun harga minyak justru merosot. Realitasnya; pasokan tetap melimpah, permintaan tak kunjung pulih, dan tekanan ekonomi global masih menghantui.
Pada Jumat (19/9), Brent crude ditutup di level $66,68 per barel, turun 76 sen atau 1,1%. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berakhir di $62,68, turun 89 sen atau 1,4%. Penurunan ini menandai pelemahan mingguan bagi kedua acuan utama, menepis anggapan sebelumnya bahwa tren penguatan masih berlanjut.
Pasokan Mengalir, Permintaan Melemah
“Pasokan minyak masih sangat kuat, sementara pemangkasan produksi oleh OPEC justru berkurang,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates. Ia menambahkan, ekspor minyak mentah Rusia pun tak terpengaruh secara signifikan oleh sanksi internasional, menambah tekanan pada pasar.
The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu lalu, sebagai respons atas lemahnya pasar tenaga kerja AS. Strategi The Fed; biaya pinjaman yang lebih rendah akan mendorong konsumsi energi. Namun, harapan itu tampak berat terealisasi.
Tampaknya, pemangkasan suku bunga The Fed masih cukup kecil untuk mendorong pasar minyak. Dolar justru bisa melemah lebih jauh. Konsekuensinya, minyak menjadi lebih mahal untuk dibeli dalam mata uang lain.
Data Ekonomi yang Menyisakan Kekhawatiran
Sinyal pelemahan permintaan juga datang dari peningkatan tak terduga dalam stok distilat AS sebesar 4 juta barel. Data menunjukkan melimpahnya pasokan bahan bakar pemanas dan diesel di tengah musim transisi.
Tak hanya itu, sektor perumahan AS pun mencatat angka yang mengecewakan. Pembangunan rumah keluarga tunggal anjlok ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pelemahan sektor perumahan dipicu oleh membanjirnya persediaan rumah yang belum terjual.
“Musim pemeliharaan kilang atau refinery turnaround juga akan menekan permintaan minyak lebih lanjut,” tambah Lipow, merujuk pada periode rutin di musim gugur dan semi saat kilang menghentikan operasi untuk perbaikan tahunan.
Pasar Butuh Lebih dari Sekadar Pemangkasan Suku Bunga
Kebijakan The Fed masih kurang kuat untuk memberikan dorongan harga yang berkelanjutan. Semua lembaga energi utama, termasuk U.S. Energy Information Administration (EIA), telah menyuarakan kekhawatiran atas permintaan yang melemah.
Pada akhirnya, pasar minyak menunjukkan bahwa ia bukan hanya soal suku bunga dan sentimen investor. Ia mencerminkan keseimbangan rapuh antara pasokan, permintaan, dan dinamika ekonomi global yang semakin sulit diprediksi.
*(Anas Mudhakir/DMktv)











