JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa sore.
Di hadapan wartawan, Bahlil, yang tiba dengan menenteng map putih, menyebut kemungkinan rapat terbatas di Istana sore ini membahas harga minyak mentah dunia yang telah melampaui 100 dolar AS per barel imbas dari eskalasi di negara-negara Teluk, Timur Tengah.
“Ya hari ini kita diundang rapat oleh Bapak Presiden, pembahasannya seperti apa, nanti setelah rapat baru saya kasih informasi, tetapi feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan Hari Raya Idul Fitri, dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, karena kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas 100 dolar per barel,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Istana, Jakarta, Selasa sore.
Walaupun demikian, Bahlil melanjutkan hari ini harga minyak dunia telah turun di bawah 100 dolar AS. Namun, angkanya, menurut Bahlil, masih fluktuatif.
“Tadi, hari ini sudah turun di bawah 100 (dolar AS per) barel per day sekitar 80-90 dolar. Jadi, memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali. Itu mungkin yang kita bahas (dalam rapat, red.),” kata Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menjelaskan harga minyak dunia yang fluktuatif itu akan mempengaruhi anggaran.
“Kalau terus terjadi (fluktuatif, red.) dampaknya di anggaran, pemerintah akan menambah anggaran untuk subsidi, tetapi kami sedang memitigasi bahwa kita harus mencari sumber-sumber energi lain selain energi fosil, termasuk (meningkatkan pemanfaatan, red.) energi nabati,” ujar Menteri ESDM.
Presiden Prabowo sejak akhir pekan lalu (8/3) kemudian Senin (9/3) telah memanggil beberapa menterinya, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk rapat membahas kebijakan pemerintah terkait energi, terutama di tengah situasi perang di kawasan Asia Barat, yang mengancam pasokan minyak mentah dunia.
*(Genta Tenri Mawangi, Andi Firdaus/ANTARA)










