CHICAGO, AS. DMKtv, – Hakim federal di Chicago memerintahkan petugas imigrasi federal untuk mengaktifkan kamera tubuh selama menjalankan tugas. Perintah ini keluar dari Hakim Sara Ellis, setelah muncul kekhawatiran kepada petugas yang tidak mematuhi perintah pengadilan.
Perintah Hakim Sara Ellis
Dalam putusannya, Ellis menegaskan bahwa semua petugas harus mengenakan kamera tubuh dan mengaktifkannya saat melakukan penegakan hukum imigrasi. Putusan ini juga berlaku bagi petugas imigrasi saat berinteraksi dengan masyarakat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah penahanan sementara pada 9 Oktober. Dalam perintah itu, Ellis mewajibkan petugas imigrasi federal untuk memberikan peringatan sebelumnya. Petugas kemudian menggunakan senjata anti huru-hara seperti gas air mata serta mengenakan identitas yang terlihat jelas.
Pada sidang hari Kamis, Ellis mempertanyakan pengacara dari Departemen Kehakiman AS terkait sejumlah insiden di Chicago. Ia menyebut petugas imigrasi federal telah menggunakan gas air mata tanpa memberikan peringatan kepada pengunjuk rasa dan jurnalis di sekitarnya. Tindakan itu bertentangan dengan perintah pengadilan sebelumnya.
Ellis juga memerintahkan perwakilan dari lembaga imigrasi federal untuk hadir dalam sidang pada Senin mendatang. Kedatangan petugas imigrasi guna menjelaskan bagaimana pelaksanaan perintah pengadilan yang berlaku hingga 6 November tersebut.
Gelombang Penolakan Pengerahan Pasukan Garda Nasional
Presiden Donald Trump menggagas operasi penegakan hukum bertajuk “Operation Midway Blitz”. Operasi ini telah memicu gelombang penangkapan massal di seluruh Chicago dan memunculkan protes besar-besaran. Sebagai respons, Trump mengerahkan ratusan personel Garda Nasional ke Illinois untuk meredam aksi protes.
Penolakan oleh pemerintah federal merupakan tindakan kekerasan terhadap aparat federal, klaim Trump. Sejumlah pengunjuk rasa, jurnalis, dan tokoh agama telah menggugat Trump. Gugatan juga mengarah pada Jaksa Agung Pam Bondi, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, serta sejumlah pejabat federal lainnya. Dalam gugatan Oktober ini, mereka menuduh pemerintah secara sengaja menyasar dan melakukan kekerasan terhadap peserta unjuk rasa.
Gugatan tersebut juga menuntut perintah pengadilan yang menyatakan bahwa tindakan pemerintah melanggar konstitusi. Selain itu, mereka meminta aparat hukum untuk tidak mengancam penangkapan atau menggunakan senjata pengendali massa terhadap warga. Para pengunjuk rasa meminta petugas memberi peringatan terlebih dahulu.
Dalam beberapa pekan terakhir, petugas federal tercatat menggunakan gas air mata dan peluru merica dalam sejumlah insiden mencolok di wilayah Chicago. Dalam sebuah kejadian pada bulan September, petugas federal menembakkan senjata hingga menyebabkan seorang warga negara Meksiko tewas.
Pemerintah negara bagian dan kota juga turut menggugat kebijakan pengiriman Garda Nasional oleh pemerintahan Trump. Sebagai tindak lanjut dari gugatan Jaksa Agung Illinois Kwame Raoul, seorang hakim federal lainnya mengeluarkan perintah penghentian pengerahan pasukan tersebut. Putusan ini kemudian diperkuat oleh pengadilan banding pada hari Kamis.
*(Reuters/DMKtv)











