Gibran Pimpin Rakor Banjir Tuban, Tekankan Percepatan Pemulihan

TUBAN. DMKtv,- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada pemulihan fasilitas umum hingga kebutuhan dasar masyarakat.

Arahan itu disampaikan Wapres saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, setempat, Jumat.

“Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali,” kata Wapres Gibran melalui Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta.

Dalam arahannya, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan meskipun tidak terdapat korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga tetap perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Wapres juga mengarahkan agar pemulihan juga menyasar jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang mengalami kerusakan akibat banjir. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan, termasuk pembenahan sistem saluran air di sekitar jalan.

“Jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,” ujarnya.

Wapres juga menekankan pentingnya percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

“Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wapres mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pascabanjir.

Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan secara serius mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca-banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD,” katanya.

Mengacu pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wapres juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir Maret sehingga pemerintah daerah diminta tetap siaga.

“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” katanya.

Untuk jangka panjang, Wapres menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban, termasuk perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai.

“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” katanya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, dan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra.

Selain itu, juga hadir Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali, EVP GHoPo PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Muhammad Supriyadi, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Noor, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, serta Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Denny Kumara.

Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban pada Senin (2/3), akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Banjir merendam setidaknya enam kecamatan, termasuk Semanding, Plumpang, Merakurak, dan Tuban Kota, dengan ketinggian air mencapai lebih dari setengah meter.

*(Andi Firdaus/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini