Ekonomi Syariah jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia Timur

Pontianak. DMKtv, – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) kembali mengisi ruang kolaborasi dan inovasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan. Festival yang berakhir 1 September 2025 lalu di Kota Pontianak, menjadi momentum penting memperkuat peran ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru di wilayah timur Nusantara.

Semangat keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan diusung dalam FESyar KTI. Menghadirkan sinergi antara komunitas, pesantren, pelaku UMKM, serta sektor perbankan dan keuangan syariah. Selain itu, kegiatan edukatif, pameran produk halal, talkshow ekonomi syariah, hingga business matching digelar untuk membangun ekosistem EkSyar yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Inisiator kegiatan, Bank Indonesia menekankan pentingnya ekonomi syariah dalam mendorong transformasi ekonomi yang adil dan stabil, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Melalui FESyar, berbagai pihak diajak memperkuat ekosistem berbasis syariah dan mendorong literasi keuangan syariah di masyarakat.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono menekankan bahwa Eksyar merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional.

Rangkaian Fesyar KTI mencatat kontribusi nyata dengan menghasilkan transaksi penjualan produk halal dari 22 provinsi di wilayah KTI. Bahkan, temu bisnis UMKM dengan lembaga keuangan syariah yang menyalurkan pembiayaan tercatat sebesar Rp15,8 miliar. Gelaran akbar ini juga menghasilkan implementasi 16 titik Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Zona KHAS) dan fasilitasi 2.240 sertifikasi halal bagi UMKM se-KTI.

Pontianak, Kalimantan Barat secara khusus memiliki potensi besar dalam pengembangan produk halal, diantaranya komoditas unggulan seperti sawit, karet, kopi, lidah buaya, dan perikanan. Akses perdagangan internasional melalui pintu perbatasan Entikong dan Aruk, mendukung optimalisasi ekspor produk halal ke Malaysia, Brunei, dan ASEAN. EkSyar juga dapat dilakukan dengan pariwisata halal berbasis budaya Islam-Melayu dengan ikon Sungai Kapuas dan Tugu Khatulistiwa.

FESyar KTI ini merupakan rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 yang akan diselenggarakan Oktober 2025 mendatang di Jakarta. Bank Indonesia bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta seluruh mitra strategis akan terus berkolaborasi lintas sektor dalam memperkuat rantai nilai halal, pembiayaan syariah yang inklusif dan adaptif, serta peningkatan literasi dan inklusi EkSyar yang berakar pada nilai-nilai luhur Islam, untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat EkSyar dunia pada 2029.

*(Anas Mudhakir/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini