Dubes Malaysia: Tawaran RI Tengahi AS-Iran Upaya Bersama Akhiri Perang

JAKARTA. DMKtv,- Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyebut tawaran Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi mediator damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel adalah cerminan usaha bersama mengakhiri konflik.

Ia memandang usulan mediasi tersebut adalah cara Indonesia menawarkan perannya mengakhiri konflik, mengingat tak sedikit negara maupun pemimpin juga pernah menyampaikan kesediaan menjadi mediator dalam konflik lainnya, seperti dalam konflik Rusia-Ukraina.

“Kami menyambut baik usulan apapun dari negara-negara, termasuk dari Presiden Prabowo, untuk menjadi mediator dalam konflik ini,” kata Dubes Hasrin saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa.

Menurut Dubes Malaysia, dalam setiap konflik, setiap negara tentu perlu mencari jalan dan menyarankan langkah untuk menghentikan perseteruan dan memulihkan perdamaian.

Di samping platform mediasi sebagaimana yang ditawarkan Indonesia, ia juga menyoroti pentingnya peran Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengakhiri konflik di tingkat global.

Ia mengatakan bahwa sama seperti Indonesia, Malaysia juga terus mendesak supaya semua pihak berkonflik segera mengakhiri perseteruan dan mewujudkan deeskalasi serta gencatan senjata.

Terlebih, eskalasi konflik tersebut terjadi di bulan Ramadhan, ketika umat Islam sedang berpuasa, dan mengguncang kestabilan kawasan di Timur Tengah karena juga berdampak ke negara-negara tetangga.

“Perdana Menteri Malaysia juga sudah mengecam sekeras-kerasnya serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa termasuk Pemimpin Tertinggi Iran,” kata Dubes Hasrin.

Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas aksi militer itu dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.

Merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia menyerukan penghentian segera permusuhan serta menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali kondisi kawasan yang kondusif.

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui pihak-pihak yang bertikai.

*(Nabil Ihsan/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini