LOS ANGELES. DMKtv,- Aksi demonstrasi “No Kings” di Portland, Los Angeles dan Dallas hingga di Florida berujung ricuh pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Di Kota Portland, pendemo No Kings dilaporkan membuat keonaran. Mayoritas massa yang terjun ke jalan mengenakan masker pelindung gas air mata.
Mereka menyerang anggota kepolisian setempat yang mencoba untuk mengendalikan massa aksi tersebut. Kejadian ini pun viral di media sosial lewat video yang diunggah di X oleh akun FreedomNews.tv. Belum ada laporan lebih lanjut mengenai jumlah massa yang diamankan.
Sementara itu di kawasan Ring 1 dekat agen Departemen Keamanan Dalam Negeri di Los Angeles, sekelompok besar demonstran yang mengibarkan bendera Palestina dan bendera lainnya melemparkan balok-balok semen.
Kerumunan massa yang berkumpul di depan Pusat Penahanan Metropolitan juga mengkonfrontasi agen DHS yang sedang bertugas.
Mereka menggedor pagar dan menyerbu serta melemparkan balok-balok semen ke arah agen DHS. Demikian laporan seorang jurnalis independen Anthony Cabassa.
Kerusahan aksi massa “No Kings” ini akhirnya ditindak tegas dengan menembakkan gas air mata oleh agen DHS dan petugas kepolisian Los Angeles.
Sebuah video menunjukkan para pengunjuk rasa melakukan perlawanan keras saat hendak ditangkap oleh petugas kepolisian.
Kemudian kerusahaan di Dallas dalam aksi ini melibatkan dua kelompok berbeda.
Aksi kekerasan antara aksi “No Kings” bertemu dengan demonstran tandingan “Pro America” alias pendukung setia Presiden Donald Trump.
Kedua kelompok ini, seperti dilaporkan New York Post, terlibat bentrokan sengit. Pun clash yang terjadi terekam video dan beredar luas di media sosial.
Video kejadian menunjukkan seorang demonstran diseret dan ditangkap pihak kepolisian. Sementara massa dari kelompok aksi “No Kings” lainnya terus menerus berteriak “fu*k you” ke arah demonstran pro Trump.
Ironinya, pendukung Trump diduga membawa sebuah senjata otomatis sembari membentangkan bendera “Pro America”.
Di Palm Beach, Florida, ketegangan tak kalah mengerikan ketika demonstran “No Kings” dari kalangan perempuan menyingkat baju mereka.
Tindakan tersebut lantas menjadi bulan-bulanan pendukung Pro Trump yang menghujani mereka hinaan seperti pelacur dan perempuan tomboy.
Ketegangan juga terjadi di luar Lapangan Golf Nasional milik Trump di Rancho Palos Verdes, California, di mana dua pria dilaporkan hampir terlibat baku hantam.
Di sisi lain, laporan KTLA 5 menyebutkan seorang pengunjuk rasa pria dari pihak Pro Trump yang mengenakan atribut bertuliskan “deportasi perempuan kulit putih liberal” terlibat adu mulut dengan seorang pendemo liberal pria.
Kedua pria itu disebut saling menatap dan mencoba memprovokasi satu sama lain hingga terjadi perkelahian. Tak lama kemudian sekelompok pejalan kaki berteriak “rasis pulanglah” kepada pendukung Pro Trump.
Tak lama kemudian pengunjuk rasa tandingan mulai meninggalkan lokasi sambil mengutarakan dengan pengeras suara, “Orang-orang ini memperjuangkan imigran ilegal.”
Di Kota New York, puluhan ribu orang aksi “No Kings” turun ke jalan untuk memprotes kebijakan Trump yang perang melawan Iran. Mereka juga mengkritik kebijakan imigrasi pemerintahan Trump jilid II.
Bahkan seorang pria dengan atribut mengenakan topi dengan tulisan nyeleh yang ditunjukkan kepada Trump sebagai “Uncle Scam”.
Pihak yang membenci dan menentang kebijakan Trump seperti aktor Robert De Niro dan Jaksa Agung negara bagian Letitia James hadir dalam aksi tersebut.
Tak kalah nyeleneh, sekelompok demonstran yng mengibarkan bendera berlatar merah dengan lambang palu dan arit berteriak, “hanya ada satu solusi, revolusi komunis” di luar Times Square. Namun menurut Nypost, tidak ada upaya penangkapan terkait aksi tersebut.
*(Dimas Chandra Permana/DISWAY.ID)











