BPKH telah Salurkan Bantuan Rp14,58 Miliar untuk Penanganan Bencana

JAKARTA. DMKtv,- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menyalurkan bantuan tanggap bencana dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dengan total mencapai Rp14,58 miliar yang bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU).

“Penyaluran dana terbagi ke dalam dua fase strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah di Jakarta, Rabu.

Fadlul menjelaskan pada fase tanggap darurat BPKH telah mendistribusikan 10.040 paket bantuan berupa sembako, hygiene kit, dukungan dapur umum, serta perlengkapan keluarga bagi masyarakat terdampak dengan total Rp3,83 Miliar.

Pada fase pemulihan pascabencana, fokus utamanya adalah sektor pendidikan dan infrastruktur ibadah. BPKH menyalurkan beasiswa sebesar Rp3,6 miliar kepada 1.200 mahasiswa di 55 perguruan tinggi guna mencegah risiko putus kuliah akibat bencana.

Selain itu, dilakukan perbaikan sarana sanitasi, air bersih, serta renovasi sekolah dan masjid dengan total bantuan untuk pascabencana hingga Rp10,75 miliar.

Fadlul menegaskan seluruh pendanaan program kemaslahatan ini tidak menggunakan pokok dana haji milik jamaah, melainkan murni dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat.

“Program Kemaslahatan adalah amanat undang-undang. Kami mengelola Dana Abadi Umat secara transparan dan akuntabel serta memastikan manfaat dana ini kembali kepada umat dalam bentuk nyata, bukan hanya saat darurat, tapi juga memastikan pemulihan sosial dan ekonomi mereka berjalan berkelanjutan,” ujar Fadlul.

Pada tahun 2026, BPKH telah menyiapkan keberlanjutan program yang lebih komprehensif. Rencana tersebut mencakup penyediaan mesin pengolahan air bersih, genset, dukungan sanitasi, hingga program pemberdayaan ekonomi komunitas untuk mengembalikan kemandirian warga terdampak.

Melalui langkah ini, kata Fadlul, BPKH berharap Dana Abadi Umat dapat terus menjadi instrumen stabilitas sosial yang memberikan dampak positif luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

*(Asep Firmansyah/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini