Beijing Minta AS Berhenti Jadikan China Alasan Mengambil Greenland

BEIJING. DMKtv,- Kementerian Luar Negeri China meminta agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhenti untuk menjadikan China sebagai alasan untuk mengakusisi Greenland.

“Kami mendesak AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ‘ancaman China’ sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan Denmark tidak bisa diandalkan untuk melindungi Greenland dari potensi ancaman Rusia atau China.

Trump mengatakan AS membutuhkan Greenland demi keamanan nasionalnya agar Rusia dan China tidak masuk.

“China telah menyatakan posisinya pada beberapa kesempatan mengenai Greenland. Hukum internasional yang didasari oleh tujuan dan prinsip Piagam PBB adalah fondasi tatanan internasional saat ini dan harus ditegakkan,” tambah Guo Jiakun.

Trump menyebut Denmark hanya menempatkan satu kereta luncur anjing yang merujuk pada Sirius Dog Sled Patrol, unit militer khusus Denmark yang menjaga Greenland, sehingga hal itu dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.

Pada Sabtu (17/1), Trump pun mengumumkan Washington akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, mulai 1 Februari.

Trump juga menetapkan bahwa kenaikan tarif menjadi 25 persen akan diberlakukan pada Juni, sebagai respons atas penolakan negara-negara tersebut terhadap kendali AS atas Greenland.

Menyusul pengumuman tersebut, delapan negara Eropa itu mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang mengecam ancaman AS dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keamanan kawasan Arktik.

Selanjutnya pada Minggu (18/1), Financial Times melaporkan UE mempertimbangkan penerapan tarif senilai 93 miliar euro (1 euro = Rp19.628) terhadap Washington atau membatasi akses perusahaan-perusahaan AS ke pasar blok tersebut.

Selain itu, Swedia, Belanda, Norwegia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Finlandia telah mengumumkan rencana mengirim pasukan ke Greenland, menyusul pengumuman Angkatan Bersenjata Denmark yang menyatakan akan memperkuat pasukan mereka di Greenland melalui kerja sama dengan NATO dan mengintensifkan latihan di pulau tersebut.

Sementara itu, Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat menyatakan akan mengajukan rancangan undang-undang untuk menghentikan rencana Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara Eropa, di tengah memanasnya ketegangan terkait wacana pembelian Greenland

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009. Pulau terbesar di dunia itu memiliki lokasi strategis dan sumber daya mineral yang besar.

Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.

*(Desca Lidya Natalia/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini