Basarnas Temukan Jasad Pelatih Valencia di Perairan Pulau Rinca

LABUAN BAJO, NTT. DMKtv,– Basarnas dan personel gabungan menemukan satu jasad berjenis kelamin pria yang diduga Pelatih Tim Putri Valencia B, Fernando Martin Carreras yang tenggelam di Labuan Bajo.

Penemuan jasad diduga kuat Fernando itu berada di sekitar perairan dekat Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 4 Januari 2026 pagi.

Operasi SAR hari kesepuluh ini diketahui untuk mencari 3 korban KM Putri Sakinah tenggelam di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo Pada Tanggal 26 Desember 2025.

“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 3 WNA Spanyol yang memasuki hari ke sepuluh. Hari ini kami melaksanakan penyisiran di Pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” ungkap Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator), Minggu.

Penemuan jasad Fernando tersebut selanjutnya akan diteliti lebih lanjut oleh tim Forensik Polda NTT. Tim DVI akan meneliti lebih lanjut untuk memastikan jasad yang ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca adalah Pelatih Tim Putri Valencia B, Fernando Martin Carreras.

“Tepat Pukul 08.47 Wita pagi tadi Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM. Putri Sakinahpada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E  dan jarak penemuan korban dari LKK sejauh 1.13 Nautical Mile oleh Tim  RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT).”

“Selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo,” tandas Fathur.

Dalam operasi ini, Tim SAR yg terlibat berjumlah lebih kurang 160  personel

Untuk diketahui, kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang mengalami kecelakaan di Pulau Padar, Jumat, 26 Desember 2025 malam.

Belasan penumpang itu termasuk Fernando beserta keluarganya, empat anak buah kapal, dan satu pemandu wisata.

Keluarga Fernando di antaranya istri, satu anak perempuan, dan tiga anak laki-laki berusia 9 hingga 12 tahun.

Menurut nakhoda kapal, Lukman, saat kejadian Fernando dan tiga anaknya tidur di kabin di bagian lambung kapal.

Sementara itu, istrinya, Mar Martinez Ortuno dan satu anak perempuan berusia 7 tahun tidur di kabin atas.

Mar dan anak perempuan itu berhasil keluar dari kabin dan selamat.

Lukman mengatakan kru tak bisa menolong Fernando bersama tiga anaknya, sebab kapal terus turun ke dalam laut.

Tim Basarnas juga mengerahkan kapal dan sejumlah alat canggih untuk memperluas pencarian. Tak hanya itu, penyelam scuba diving dikerahkan untuk mencari jasad Fernando dan kedua anaknya.

*(Fandi Permana/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini