ISTANBUL. DMKtv,- Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap pengiriman tambahan minyak Rusia guna meredakan untuk sementara kekurangan pasokan global, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent kepada Fox News, Jumat (6/3).
Pernyataan tersebut muncul setelah keputusan AS mengeluarkan pengecualian sementara selama 30 hari yang memungkinkan kilang minyak India membeli minyak Rusia dalam upaya menjaga pasokan global.
“India selama ini menjadi pihak yang sangat kooperatif. Kami telah meminta mereka untuk menghentikan pembelian minyak Rusia yang dikenai sanksi pada musim gugur ini, dan mereka melakukannya,” kata Bessent.
Ia menambahkan bahwa India sebelumnya berencana mengganti pembelian tersebut dengan minyak mentah dari AS, namun Departemen Keuangan memberikan izin impor minyak Rusia untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan.
Bessent mengatakan Departemen Keuangan AS sedang meninjau kemungkinan melepas tambahan pengiriman minyak mentah Rusia yang dikenai sanksi ke pasar.
“Kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Rusia lainnya,” ujarnya. “Ada ratusan juta barel minyak mentah yang dikenai sanksi berada di laut. Dengan mencabut sanksi tersebut, Departemen Keuangan dapat menciptakan pasokan.”
Ia menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump berencana terus mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan mengurangi tekanan di pasar energi global.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Lalu lintas di jalur perairan tersebut melambat tajam setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta serangan balasan dari Teheran, yang turut mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan global.
*(Anadolu/Cindy Frishanti Octavia/ANTARA)











