Apple tawarkan iPhone Air: lebih tipis, lebih kuat, harga tetap stabil

CALIFORNIA. DMKtv, – Apple Inc. meluncurkan produk terbaru pada acara tahunan, selasa waktu setempat. iPhone Air; lebih ramping dan tangguh, dengan harga mulai dari US$999. CEO Apple, Tim Cook, menyebut peluncuran ini sebagai “tonggak sejarah bagi iPhone”. iPhone Air menjadi perangkat paling tahan lama yang pernah mereka buat. Dibekali chip A19 Pro dan baterai berdensitas tinggi. iPhone Air membawa penyegaran desain dengan profil lebih tipis namun tetap bertenaga.

Langkah Apple mempertahankan harga ini sudah mempertimbangkan beban tarif. Bahkan untuk model iPhone 17 dan iPhone 17 Pro yang telah menawarkan penyimpanan lebih besar dibandingkan model sebelumnya.

  • iPhone 17 (256GB): $799
  • iPhone 17 Pro (256GB): $1.099
  • iPhone Air (128GB): Mulai $999

Tidak hanya iPhone, Apple juga merilis pembaruan untuk produk lainnya, termasuk AirPods Pro 3 dan Apple Watch terbaru yang kini dilengkapi monitor tekanan darah. Fitur yang masih menunggu persetujuan regulator, namun dijanjikan akan tersedia di 150 negara.

AirPods Pro 3 mampu menerjemahkan bahasa secara langsung antar pengguna. Artinya, dua orang yang sedang berbicara dengan bahasa berbeda dan menggunakan AirPods Pro 3, maka akan diterjemahkan hampir secara real time.

Persaingan Ketat dengan Samsung dan Pasar Tiongkok
iPhone Air menjadi pesaing langsung Samsung Galaxy S25 Edge dalam pasar ponsel lipat, yang kini sangat populer di China.

iPhone Air juga hadir dengan kamera ganda, menghilangkan slot SIM fisik, dan didukung chip komunikasi N1 untuk Wi-Fi serta modem seluler C1X. Apple menyebut chip ini setara dengan kekuatan komputasi MacBook Pro.

Sementara itu, iPhone 17 hadir dengan layar lebih cerah, anti gores, dan kamera depan baru yang dioptimalkan untuk selfie horizontal.

Meski terkena dampak tarif yang diperkirakan merugikan lebih dari $1 miliar di kuartal fiskal ini, Apple memilih menanggung beban tersebut alih-alih membebankan ke konsumen. Hal ini mencerminkan strategi jangka panjang Apple dalam mempertahankan loyalitas pasar, terutama di tengah tekanan dari pesaing seperti Samsung dan Google.
Saham Apple sempat turun 1,6% usai pengumuman tersebut — sinyal bahwa pasar masih mencerna strategi harga dan produk terbaru ini.
“Apple mempertahankan harga untuk menjaga momentum penjualan,” kata Tom Mainelli dari IDC. “Mereka sadar tarif bisa menghambat daya beli konsumen, jadi mereka menjaga harga tetap kompetitif.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini