Abu Janda Diusir Aiman Saat Debat di TV, Ustad Felix Siauw: Gak Mau Kasih Panggung Orang Bodoh!

JAKARTA. DMKtv,- Ustad Felix Siauw menanggapi aksi Permadi Arya alias Abu Janda yang diusir saat acara diskusi oleh host salah satu program di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu.

Pada acara diskusi tersebut Pegiat media sosial sekaligus Aktivis pro-Israel ini terpancing emosi saat berdebat dengan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari hingga mengeluarkan kata-kata kotor.

Dalam sebuah podcast bersama Feri Irwandi, yang merupakan seorang konten kreator dan juga aktivis, Ustad Felix mengatakan, hal tersebut adalah ciri-ciri orang yang tidak mampu berargumen

“Semalam kayanya seru banget ustadz nonton TV ya, pendapat Ustadz gimana?” tanya Feri Irwandi.

“Aku melihat pertama-tama ya, yang aku sampaikan tadi bahwa saya begitu flownya argumen-argumen orang sebenarnya ketika di Indonesia. Jadi banyak banget orang-orang yang membangun argumen tapi tidak berdasarkan fondasi atau basis yang benar kayak ngomong sembarangan,” ujar Ustad Felix.

“Terus kemudian ketika nggak mampu berargumen kebanyakan orang-orang kita adalah teriak, marah-marah atau otot gitu kan ya,” tambahnya.

“Yang pertama kali komen ku itu bukan sebenarnya pada omongan-omongannya sih, tapi kelakuannya itu loh, ngeliat gak? maju terus mundur. Pikir ku gini kalau orang Sumatera, terus pukul lah,” lanjutnya.

“Sebagai orang yang pernah menghadapi orang yang sama nih waktu itu ada perubahan nggak tadi?” tanya Feri lagi.

“Jadi terus terang terus terang salah aku akui aku sangat mudah terprovokasi aku mudah banget terprovokasi waktu itu mudah. Sampai sekarang aku mudah terprovokasi tapi ada satu hal yang aku waktu itu sangat sadar bahwa sebenarnya aku tidak mau ngasih panggung orang-orang yang bodoh,” ungkap Ustad Felix.

“Gitu kan ya, jadi di awal-awal kalau misalnya mas mau tahu Aku tuh nelfon berkali-kali konfirmasi terus ini yang datang siapa? Ini yang datang siapa? Aku dikasih tahu ini list yang datang.

“Nah ketika aku lihat list yang datang Aku pikir yaudah aman lah ya namanya diskusi kan kita mau membangun ya Kita nggak mau diskusi cuma sekedar perpecahan ataupun cuma sekedar ribut dan segala macam Itu dipastikan nggak ada tuh nama-nama yang aku dalam tanda kutip gggak suka lah,” jelasnya

“Tiba-tiba pas datang Ada orangnya yang tadi malam masih tantrum ini. Aku bilang aduh yaudah lah karena nggak bisa mundur lagi Aku bilang yaudah aku tetap disitu. Nah dan bener kan setelah itu kan dapet panggungan doi kan,”

“Nah aku pikir yaudah lah Ini adalah yang pertama Aku jadi sebagai pelajaran, berikutnya tidak lagi, walaupun balik lagi Aku kadang-kadang terprovokasi juga sih di sosial media kadang-kadang ngelihat ada satu orang logikanya kacau banget,”

“Aku komen gitu kan ya. Nah tapi komen tuh kadang-kadang buat aku sendiri jadi rugi sih. Tapi kalau dia berubah kayaknya nggak sih kayaknya karena dari awal kan memang menurutku ya orang-orang kayak gini nyari-nyari exposure,” tukas Ustad Felix Siauw.

Kronologi Abu Janda diusir Aiman

Seperti diketahui, perdebatan bermula ketika Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menjelaskan alasan Indonesia terus mendukung Palestina dan gejolak politik kala kemerdekaan 1945.

Feri menyebut Indonesia memiliki ikatan diplomatik yang kuat dengan Palestina, meski saat itu PBB belum mengakui keberadaan Palestina.

“Kalau bilang hutang sejarah, sebenarnya kita punya hutang besar terhadap bangsa Palestina, itu sebabnya seluruh Presiden kita mendukung Palestina,” kata Feri Amsari.

Mendapat penjelasan itu, Abu Janda meradang. Ia lantas memotong pernyataan Feri dengan nada tinggi. Permadi menyebut narasi tersebut sebagai hoaks.

Menurutnya, pada tahun 1945 belum ada negara Palestina.

“Ngga ada, ngga ada hutang sama Palestina, utang apaaan bang, lu jangan ngaco. Gue kasih tau ya ada hoaks yang bilang Palestina negara pertama yang mengaku kemerdekaan Indonesia, itu hoaks. Karena 1945 belum adan negara Palestina, belum ada bangsa Palestina,” kata Abu Janda.

Menanggapi hal itu, Feri Amsari menyebut Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami persoalan.

“Semangat betul dengan salahnya. Yang memberikan sumbangan ke pada Agus Salim adalah bangsawan Palestina untuk bergerak di Timut Tengah dalam upaya kampanye Kemerdekaan, itu bukan hoaks” kata Feri.

Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.

Melihat situasi diskusi yang semakin tidak kondusif, Feri Amsari kemudian meminta Aiman Witjaksono sebagai pemandu acara untuk mengambil tindakan.

Apalagi Abu Janda sesekali menggunakan kata ‘anjir’ saat debat.

“Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, bang Aiman, omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia” kata Feri.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.

“Gak usah lu ngusir, dengan senang hati, gue pergi” celetuk Abu Janda.

Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran.

“Silakan, dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan” sindir Feri.

Mendengar dirinya disebut tolol, Abu Janda semakin emosi dan melontarkan makian kepada Feri Amsari

“Elu yang lebih tolol goblok” kata Abu Janda.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Aiman Witjaksono akhirnya meminta Abu Janda keluar dari ruang dialog.

“Ngga boleh, ngga boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar.. keluar….” terak Aiman dengan lantang.

*(M. Ichsan/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini